Resume Bab 13 Sejarah, Pengertian, Manfaat, Prinsip Pasar Modal
A. Sejarah Pasar Modal
Sejarah pasar modal Indonesia diawali dari penjajahan kolonial VOC Belanda. Pada tanggal 14 Desember 1912 di Batavia, pasar modal di Indonesia resmi berdiri dengan nama Vereniging voor de Effectenhandel (asosiasi perdagangan efek).
Sayangnya, pada tahun 1918 pasar modal Indonesia tersebut harus ditutup karena muncul gejolak ekonomi sebagai akibat dari Perang Dunia I dan II. Pasar modal Indonesia kembali dibuka tahun 1977 oleh Presiden Soeharto dengan nama Bursa Efek Jakarta. Akhirnya, pasar modal di Indonesia semakin berkembang dan diperbaharui kebijakan dan namanya menjadi Bursa Efek Indonesia.
B. Pengertian Pasar Modal
pengertian pasar modal adalah kegiatan dalam melakukan transaksi jual beli surat berharga atau efek antara investor dan perusahaan emiten serta pelaku pasar modal lainnya. Sementara, tempat yang dijadikan sebagai pasar modal adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).
C. Manfaat Pasar Modal
Keberadaan pasar modal membawa dampak yang besar bagi banyak kalangan. Adapun manfaat pasar modal adalah sebagai berikut :
1 Menambah Pendanaan Modal Bagi Pengusaha
Uang yang diinvestasikan dalam pasar modal oleh investor mampu membantu pengusaha untuk mendapatkan tambahan pendanaan modal sehingga bisnisnya semakin berkembang dan menghasilkan profit besar. Oleh karena itu, manfaat pasar modal adalah sebagai ruang para pengusaha untuk mendapatkan modal usaha.
2 Meningkatkan Kapasitas Produksi Bisnis
Pasar modal mampu memberikan pengaruh pada peningkatan produksi bisnis. Perusahaan yang mendapatkan suntikan modal dari investor membuat produktivitas bisnisnya semakin meningkat. Sehingga manfaat pasar modal demi keberlangsungan bisnis sangatlah besar.
3. Mendukung Simbiosis Mutualisme Antara Investor dan Emiten
Salah satu manfaat pasar modal adalah menimbulkan simbiosis mutualisme antara investor dan emiten. Karena kedua belah pihak yang saling membutuhkan dipertemukan dalam wadah bernama pasar modal untuk memenuhi keperluan masing-masing. Investor sebagai pemilik modal menginvestasikan dananya, sedangkan pihak emiten mencari dana memperoleh bantuan modal dari investor.
4. Memeratakan Pendapatan Masyarakat
Aktivitas pasar modal membuat banyak kalangan merasa diuntungkan karena adanya arus pemasukan masing-masing pihak. Pihak investor mendapatkan passive income atas bagi hasil, pihak emiten mampu meningkatkan profit usahanya dengan suntikan modal, dan masyarakat lain bisa memperoleh pekerjaan sehingga mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu, manfaat pasar modal adalah meratakan pendapatan masyarakat.
5. Mendorong Terciptanya Lebih Banyak Tenaga Kerja
Modal yang diperoleh oleh pengusaha bisa meningkatkan produktivitas dan meningkatkan ekspansi bisnis. Ketika bisnis berkembang pesat, pastinya memerlukan SDM lebih banyak. Sehingga tenaga kerja dapat terserap dengan baik dan mengurangi tingkat pengangguran.
6. Membantu Meningkatkan Pendapatan Pajak
Tidak hanya masyarakat dan pengusaha saja yang merasakan manfaat pasar modal, tetapi pemerintah juga merasa diuntungkan. Karena peningkatan pendapatan masyarakat dan hasil produktivitas usaha menyebabkan pendapatan pajak semakin naik.
7. Memberi Kontribusi dalam Memajukan Ekonomi Negara
Terakhir, manfaat pasar modal adalah memberi kontribusi dalam kemajuan ekonomi suatu negara. Banyak sekali pihak terlibat dan berpengaruh atas dampak pasar modal ini. Sehingga hal ini membuat masyarakat yang berkontribusi dalam pasar modal telah ikut serta dalam meningkatkan perekonomian suatu negara.